Tuesday, January 28, 2014

LUAHAN HATI SUAMI NURUL IZZAH


Antara luahan Raja Ahmad Shahrir, 35, kepada Nurul Izzah, 33, adalah:

1 Januari:

"Take care sayang, sleep tight

Izzah, my Princess of the misty light;

New resolution, for the upcoming;

New year, new dawn, new beginning"

(Jaga diri sayang, tidur lena Izzah,

Puteriku dalam cahaya yang berkabus;

Azam baharu untuk tahun baharu;

Fajar baharu, permulaan baharu)

29 Disember:

"mulanya duka kini lara

teman tiada hanyalah sendu

bila rindu mula membara

itulah tanda cinta padu"

27 Disember:

"Almighty God, it is only to You I depend on to hear and answer my sincere and heartfelt prayers. Grant me this and I will be forever grateful"

(Tuhan yang Maha Kuasa, hanya kepada Engkaulah aku berserah untuk mendengar dan memakbulkan doa-doaku yang jujur dan tulus ikhlas. Makbulkan doaku dan aku akan bersyukur buat selama-lamanya)

27 Disember:

"Sesungguhnya kehidupan ini bukan mudah, kita sama-sama kuatkanlah iltizam untuk memperbaiki keadaan, Allah akan menghulurkan bantuan-Nya pada kita".

27 Disember:

"Turunkanlah kasih sayang pada hamba-Mu dan keluarga hamba-Mu ini, kuatkanlah ikatan kebahagiaan rumah tangga sehingga ke akhir hayat kami".

27 Disember:

"Lindungilah kami dari pengaruh syaitan yang direjam dan bantulah kami hamba-hamba-Mu agar memahami dan mendalami agama-Mu secara ikhlas".

27 Disember:

"God is Great, to Him we submit. Our lives, choices and feelings are of Your grace. Hear out your humble servant, let not she be disgraced"

(Tuhan Maha Besar, kepada-Nya kita berserah. Hidup, pilihan dan perasaan kami bergantung kepada sifat Maha Pemurah-Mu. Dengarlah rintihan hamba-Mu yang hina ini, jangan biarkan dia dimalukan).

19 Disember:

"Simbahan cahaya bulan mengembang,

Bayangan sebalik pokok gaharu,

Kalau bahaya menimpa abang,

Jagalah Harith, Safiyah semampu"

18 Disember:

"Bulan purnama menerangi malam yang dingin di Kerteh, tidak dapat mengubati rindu kepada isteri dan anak-anak"

9 Disember:

"Aku memohon pada-Mu agar hati yang keras menjadi lembut, dan perasaan kasih sayang, sikap toleransi, sabar menjadi lumrah kehidupan kami."

3 Disember:

"Lancang kuning lancang pusaka,

Nampak dari Tanjung Tuan,

Kalau kering laut Melaka,

Barulah saya lupakan puan".

29 November:

"Masuk hutan berburu musang,

Musang mati diselit seluar,

Macam mana hati tak bimbang,

Ayam di sangkar disambar ular".

29 November:

"Akar nibong meresap-resap,

Tanah Segambut dibawa perahu,

Kampung terbakar keluar asap,

Hati terbakar siapa yang tahu".

28 November:

"Mendoa mengenang arwah tok yan,

Bertongkat dagu membawa diri,

Mata mengantuk mahu dilayan,

Mengharap rindu si tuan puteri."

No comments:

Post a Comment